Pelalawan,Mediacenter- Pemerintah Kabupaten Pelalawan mengikuti Rapat Koordinasi Pengoperasian Bendungan Koto Panjang yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting dari Ruang Command Center Pelalawan, Jumat (2/1/2026). Rapat ini diinisiasi oleh PT. PLN Nusantara Power sebagai respons atas meningkatnya debit inflow Bendungan Koto Panjang dan kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan dampak banjir di wilayah hilir.
Rapat koordinasi ini juga merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM ke PLTA Koto Panjang pada Kamis (1/1/2026).
Dalam rapat tersebut, Bupati Pelalawan yang diwakili Asisten II Setda Pelalawan Drs. Fakhrizal, M.Si menyampaikan apresiasi atas dilaksanakannya rapat koordinasi ini sebagai forum untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi terbaik terhadap kebijakan strategis terkait pengoperasian Bendungan Koto Panjang dan dampaknya bagi masyarakat.
Asisten II Drs Fakhrizal kembali mengingatkan dampak banjir besar yang terjadi pada tahun 2024 akibat pembukaan pintu air Bendungan Koto Panjang, yang mengakibatkan terendamnya ruas Jalan Nasional Lintas Timur KM 83, terputusnya arus lalu lintas, serta terisolasinya sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Pelalawan.
Fakhrizal menyampaikan bahwa Pemkab Pelalawan menyetujui pembukaan pintu air dilakukan secara bertahap dan perlahan, dengan posisi saat ini telah dibuka dua kali 50 sentimeter sambil terus memantau kondisi cuaca, curah hujan, serta pasang naik air laut.
“Selain langkah operasional, kami juga menekankan perlunya SOP yang fleksibel dan langkah strategis jangka panjang agar kejadian banjir besar seperti tahun 2024 tidak kembali terulang.” Ujar Fakhrizal.
Asisten II Setda Pelalawan Drs. Fakhrizal, M.Si menegaskan bahwa setiap keputusan harus diambil secara hati-hati. “Keselamatan dan kehidupan masyarakat harus menjadi prioritas utama, sehingga pengoperasian bendungan perlu dilakukan secara bijak dan terukur.” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Kalaksa BPBD Pelalawan Zulfan, Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Indra, Kadis PUPR Irham, ST, Kadis Lingkungan Hidup Eko, Plt. Kepala Bappeda Arizon Nur, Kabag Administrasi Pembangunan Sanusi, Kadis Kominfo Faisal, serta pejabat dan kepala bidang terkait.
